Leipzig! - Day 2

Hallo aku lanjutin yea a little piece of jalan-jalanku ke Leipzig.


Halaman di depan Rathaus Zeitz
Hari Minggu, 9.10.2016 (gini cara orang Jerman nulis tanggal, singkat padat jelas) awalnya ada beberapa opsi. Langsung pulang paginya, atau, ke Zoo Leipzig (jauh lebih gede & bagus daripada Hannover katanya), atau, yang akhirnya kita lakukan, ke tempat Susi (guru les waktu di Jogja, native).

Okela akhirnya kita mruput jam 8 ke Leipzig Hbf, abis itu naik Regio ke Zeitz. Zeitz itu kota kecil 44 Km selatan Leipzig, 35 menit naik kereta. Yaa kaya prameks lah.


Stadtplaza Zeitz
Zeitz itu kota kecil di Jerman Timur yang masih banyak banget bangunan tuanya, tipikal kota yang banyak orang tuanya karena anak muda pada pergi ke luar kota (Susi hat das gesagt, und auch getan hehehe). Dulu waktu perang dunia, kota ini banyak kena bomb juga.



Setelah kita dijemput Susi di stasiun, kita lewat kota Zeitz. Banyaaak bangunan tua tapi sayangnya ga terlalu terawat, jalanan kecil, beberapa masih berbatu. Kotanya bergig / bergunung / berlembah, kaya Magelang gitu.

Laluuuu kita ke sisi luar kota, ke desa, lewat alam yang i n d a h banget. Tipikal pedesaan Jerman.





Okay, sampe di rumah Susi.


Depan rumah Susi, What a great view after waking up :')

Rumahnya ada di desa, di depan ladang, dan sepi banget. Kalau di Jogja mungkin kaya di Gunungkidul gitu ya, atau Bantul? Atau Klaten!

Di rumahnya aku ketemu Toya :3 lucuuuu unyuuu buleee. Toya itu anak pertamanya Susi, umurnya belum 2 taun kayanya. Baru pertama ini aku ketemu dia. Sayang aku lupa ngefoto apapun waktu di rumahnya Susi. Disana aku ikut sarapan ala Jerman for the first time ever. Lupa foto :(

Sarapan ala Jerman tuh cuma Brötchen/roti kecil gitu, terus ada selai-selai, madu Jerman (bentukannya kaya selai lemon (?), lebih manis tapi ga se-madu-indonesia rasanya, mungkin beda nektar kali ya.) terus ada keju, ada Würst/Salami/daging/sosis yang diiris-iris (biasanya babi), ada juga semacam egg-salat (?) yang nanti ditambahin ke rotinya gitu. Terus minumnya kopi/Saft (jus).

Cuaca pagi itu baguussssss, matahari bersinar terang. So kita nggak menyia-nyiakan Matahari dengan belanja ke Centro dengan jalan-jalan lagi.

Kita diajak Susi ke Zeitz Zuckerfest = festival gula di Zeitz!. Jadi di Zeitz itu ada pabrik gula, nah setiap tahun tu ada festival tentang gula di Kota.





Isinya kaya festival gitu, ada mainan-mainan, orang jualan, daaan kembang gula gratis!


Oiya di dalem tenda tadi tuh ada kaya klub terompet (???) yang main lagu baroque. (?????)


And theeeen kita jalan-jalan lagi. Sebenernya ada tour keliling pabrik gulanya Zeitz tapi mulai jam 12 siang dan waktunya ga cukup :(. Ini beberapa penampakan Zeitz.





Pabrik gulanya Zeitz, gede, modern, ga kaya pabrik gula Gondang pokoknya.
Ini Rathaus Zeitz yang masih berfungsi sampai sekarang
Logo kota Zeitz
Halaman di depan Rathaus

Setelah itu karena kita harus naik kereta jam 12.25 kita balik ke stasiun deh. Yah sedih.

Stasiun Zeitz dan sungai di depannya. Wie schön :3
Oleh-oleh dari Zeitz. My first Club-Mate! dibacanya "mate" kaya ma di kata 'sama' dan te di kata 'mete'. Minuman berkafein yang kehidupan mahasiswa Susi bergantung kepadanya wkwk. Calm yo tits its alkoholfrei, laktosefrei, glucosefrei, vegan, vegetarisch dan dibuat dengan energi terbarukan :)

Stasiun Zeitz yang sudah sepuh, sayangnya tidak terawat sehingga elek.
And then kita baik ke Leipzig, mampir ambil tas di rumah Pandu, makan ditraktir (semalem ada restoran Indonesia di Leipzig yang ulang tahun, kita dapet ayam & daging gorengnya + nasi merah. What a life!) dan berpamitan untuk kembali lagi ke Hannover.

Vielen Dank Susi untuk mini Ausflug Stadtour di Zeitz dan Club Matenya. Besok Rabu Susi balik lagi ke Indonesia. Ich wunsche dir eine gute Reise!


Malemnya karena gabut, aku sama temen-temen pergi ke Oktoberfest. Tapi....

BERSAMBUNG :P

You Might Also Like

7 comments

  1. y make iri tahuuuuuuuuuuuuuuuuuu!!!!!!!!!!!!!!!!!1

    BalasHapus
  2. madame susi like liv in id or ger?her husband fr id/ger?

    BalasHapus

  3. http://www.dennysiregar.com/2016/11/mau-dapat-uang-tunai-pilih-mas-agus-aja.html


    Saya kalau denger-denger BLT agak gimana gitu. Dulu mantan ketua BPK masa Presiden SBY, Anwar Nasution, mengungkapkan di depan DPR bahwa dana BLT atau Bantuan Langsung Tunai berasal dari pinjeman luar negeri.

    Central Bank Crisis menemukan bahwa BLT diperoleh melalui hutang luar negeri dengan bunga komersial yang sangat tinggi, sekitar 12-13℅ per tahun, bukan pinjaman lunak yang bunganya 4-6℅ pertahun.

    Hutang yang berat ini membuat APBN defisit dan negara harus membayar pinjaman dalam waktu yang panjang dan bunga yang besar.

    Inilah salah satu warisan pak SBY yang harus diselesaikan Jokowi dengan cara -terpaksa- hutang lagi untuk menambal pembayaran jatuh tempo.

    Memang dengan BLT, pak SBY sukses merebut banyak suara. Tetapi dampaknya luar biasa. Mental pengemis, malas dan pola pikir instan menjangkiti otak banyak orang. Akhirnya daya juang kurang dan cenderung menunggu bantuan yang sebenarnya memberatkan negara karena sifatnya konsumtif.
    Ini program unggulan SBY dan sekarang ilmu ini diwariskan ke sang anak.

    Dulu orang menyebut Demokrat sedang "mendongkrak citra dengan hutang". Dan warga DKI akan mendapatkan warisan yang berharga ini seandainya mas Agus menang.. Selamat menikmati kucuran uang tunai...

    BalasHapus
  4. Coklaat mengandung bahan coco butter yg bahannya bisa dr hewan (babi,sapi)+ CDA(babi,sapi)+juga Enzym dr hewani (babi,sapi)yg utk gulo pasir,flavor,glukosa, perisa. ciri coklat dr hewani adl bahannya bukan dr asli coklat tanamn, yaitu coco powder & bhn subtitusi2 yg biasany dr hewan

    BalasHapus
  5. mau makan coklat sj rumit...yaa begitul islam, hadist: muslim di dunia bgikn di penjara............

    BalasHapus
  6. kata org barat islam hv simmbol pedang---> islam kejam dll, ternyta logo kota zeitz ada pedangnya...

    BalasHapus
  7. itulah bedanya manusia & hewan ada perbedaan nyata dlm memilih makanan

    BalasHapus