Oldenburg!

Apakabaaar!

Okidoki, blog ini isinya jalan-jalan dan random thoughts :)

Memasuki minggu-minggu klausur nampaknya aku kaya ngulang siklus kelas 12 lagi, doch ga se-mekso itu. Sistem belajar yang beda, penilaian beda, bahasa beda, hampir semuanya beda. Tapi jalan-jalan tetep harus jalan! (watak wong jowo, eman-eman wes bayar Semesterticket wkwk).

Ini berhubung aku ngutang post jalan-jalan ke Oldenburg, yaudah aku post aja ya.

Oldenburg, kota kecil yang kalau jalan cuma butuh 1 jam untuk muterin Stadtzentrumnya.

Der Bahnhof der Oldenburg, bukan Hbf

Bagian kecil dari Stadtplan


Di jalanan yang aligned sama matahari

St. Lamberti Kirche Oldenburg

Dalemnya
Ada kuburan...
Atasnya Schloss Oldenburg

Emang ga se "Schloss" yang lain sih...

Selfiyeee
Bagus aja, ah kamu ngerusak padangan yon.
Daan kita pulang 2 jam lebih awal, karena Oldenburg lebih kecil dari yang kita kira._.

Random thought of the day;

Yaudah, yang udah terjadi ya yaudah. Kalau Allah SWT menghendaki alternate ending yang lain, ya mesti bakal terjadi. Tapi engga, Allah ngehendakinya yang ini, yang udah terjadi. Yaudah. Terus mau gimana lagi. Time heals.

/yo dawg, emang kaya gitu.

oiya kemarin aku menyadari.

Ilmu-ilmu sosial itu kerjaanya mendefinisi sesuatu yang "ya emang kaya gitu", sesuatu dinamain, didefinisikan terus diklasifikasikan.

doch! Sains juga.

Gaya adalah sesuatu yang timbul ketika massa mengalami percepatan.

Ya emanggg ya yaudah.

Tapi ga sesimpel itu.

Itu lah yang ngebedain manusia sama sapi. Sapi mah terima-terima aja mau ada apel jatuh dari pohonnya kek, dibiarin aja atuh ga diitung.

Lalu kenapa mereka bisa survive dari zaman baheula sebelum manusia sampe sekarang yang dari dagingnya diolah sosis yang aku makan?

HEEH BESOK KLAUSUR.

bye.

You Might Also Like

0 comments